Sadar cyberbullying mulai dari akun pribadi

Media sosial dikembangkan sebagai media interaksi dengan banyak pihak di berbagai belahan dunia, dan bukan sebagai media untuk menyakiti orang lain. “Tanamkan bahwa media sosial bukan tempat kita menghakimi dan menindas orang lain, dan percayalah semua akan berangsur membaik,” Jelas Walker.

Ekspresif di dunia maya, tahan dulu!

"Kuncinya media sosial adalah media publik yang sifatnya terbuka, bukan lagi sebagai ruang privat. Dengan konsep ruang publik, siapa pun yang bertindak memiliki dua konsekuensi, yakni sosial dan hukum," jelas Nukman

Florence Jera Bermedia Sosial

Mahasiswi S2 Kenotariatan Fakultas Hukum (FH) UGM tersebut menutup dua akun jejaring sosialnya, pada tanggal yang sama Twitter dan FB Florence masih aktif sekitar pukul 16.00 WIB namun tak lama kemudian muncul notifikasi bahwa akun tersebut sudah dihapus oleh pemiliknya—‘Halaman ini tidak tersedia’ ketika mengakses nama Florence Sihombing pada search engine FB

UU ITE: Postinganmu, Harimaumu

Di Indonesia, perilaku netizen diatur UU ITE No 11 Tahun 2008. Dengan Undang-Undang tersebut, kegiatan yang termasuk dalam verbal bullying tersebut kini dapat dilaporkan sebagai kasus tindak kejahatan cyber crime

Infografik : Pikir Dulu Sebelum Posting!

Dalam infografik yang mudah dipahami ini kita diajari kapan saatnya unuk posting atau tidak sebuah status. Dan dari sini kita juga melihat dampak dari posting status. Semuanya membuat kita berpikir lagi untuk memposting sebuah status.

Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Culture. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2014

Januari, "NgingukSolo" Diagendakan Selesai Produksi



    Solo, KentinganNews - Bagi Anda yang sudah menunggu-nunggu hadirnya film "NgingukSolo" kini rasa penasaran Anda akan segera terpuaskan. Pasalnya, berdasarkan pengakuan Director of Photography film ini, Amriza Naufal, atau yang akrab disapa dengan panggilan Zaza, pada Januari 2015 mendatang film ini diagendakan akan selesai digarap. 

   "Sekarang tinggal tahap post-pro, kurang lebihnya tinggal 10 persen saja ke tahap penyelesaian. Doa kan ya semoga Januari mendatang kami bisa menyelesaikannya," ungkapnya saat ditemui di sela-sela kesibukannya pada Senin (29/12/14) kemarin di studionya.

     Film "Nginguk Solo" merupakan sebuah proyek sosial yang sengaja dijalankan oleh Zaza dan kawan-kawannya. Mereka secara khusus mempersembahkan karya tersebut bagi kota yang sangat mereka cintai, yakni kota Solo. "Sebagai anak muda, kami sadar bahwa kota ini sudah memberikan banyak kebaikan bagi kami. Dan kini saatnya kami memberikan sesuatu untuk kota ini dengan cara kami, yakni melalui sebuah film," jelasnya dengan penuh semangat.

    Mahasiswa S1 Transfer Ilmu Komunikasi FISIP UNS ini menilai bahwa film merupakan salah satu media penyampaian pesan yang cukup diminati oleh banyak kalangan. Pemahaman ini pun seiring dengan harapan para pemuda penuh talenta ini untuk meraih kesuksesan dalam film ini kelak. Bahkan debutnya diharapkan dapat melebihi film "Mbok Mase Laweyan" yang sempat mereka produksi dan memperoleh gelar runner up di ajang Lomba Visualisasi Sejarah dan Nilai Budaya yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mereka raih Agustus 2014 yang lalu di Bali.

     "Kota ini sangat luar biasa, dari berbagai aspeknya. Dan di film ini nanti kami bercita-cita untuk memperlihatkan berbagai kemegahan yang ada di kota ini. Bahkan pada hal-hal yang belum banyak terungkap. Agar semakin banyak orang mengenal dengan baik seperti apa kota Solo sejatinya, " ungkap Zaza.

    Proses penggarapan film yang penuh dinamika serta derasnya uluran tangan untuk membantu terselesaikannya produksi karya sosial ini pun diakui Zaza semakin membuat dirinya dan tim produksi yakin untuk menyelesaikan film ini. "Kendala pasti ada dan ini bukan hambatan. Dan yang harus kita jaga adalah semangat untuk tetap berada pada tujuan awal film ini diproduksi. Sebagai tanggungjawab atas solidaritas yang telah mewujud dalam proses penggarapannya selama ini," pungkas Zaza.

     Semoga niat baik mereka dapat segera terealisasi. Kita tunggu. (Cynthia)

Pasar Rakyat Sekatenan, Pelepas Penat Sarat Makna Budaya

   Solo, KetinganNews - Maleman Sekaten Solo kembali diadakan di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 2014. Acara tahunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini dirayakan secara meriah. Salah satu acara dari urutan acara pada Sekatenan adalah Pasar Rakyat yang diadakan dari tanggal 11 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015.

    Pasar rakyat adalah sarana hiburan untuk seluruh warga Solo dan sekitarnya, dari berbagai lapisan masyarakat. Dalam pasar rakyat tersebut ada berbagai wahana permainan, seperti ombak banyu, perahu layar, komedi putar, mancing ikan, mandi bola, odong-odong, bianglala, dan berbagai permainan lainnya yang dapat dimainkan anak kecil hingga orang dewasa.

Keramaian pasar rakyat Sekatenan (Dok. pribadi)