Senin, 29 Desember 2014

Ngeteh ala Solo, ya Solo Tea


Bagi Anda pecinta minuman teh, Solo Tea kini dapat menjadi salah satu tempat alternatif bagi Anda untuk menikmati minuman berkadar antioksidan tinggi ini. Berada di kawasan barat kota Solo, tepatnya di Jalan Mojo, Karangasem, Laweyan atau sekitar 700 meter ke arah selatan dari Gapura Makuta, Solo Tea hadir dengan 11 varian teh yang siap melepaskan dahaga Anda. Diantaranya: solotea, neighbortea, jasminetea, greentea, blacktea, coffeetea, milktea, orangetea, appletea, guavatea, dan strawberrytea, yang dibandrol mulai dari Rp 5-10 ribu. Selain menjajakan teh, Solo Tea juga menyediakan aneka makanan pendamping dan juga makanan berat.


Sumber: http://ilovegram.com/m/865012183210724220_397212625.

      Mengusung konsep wedangan, Solo Tea dibuka sejak pukul 19.00 - 01.00 WIB dengan nuansa teras berbalut karpet dibelakang gerobak utamanya. Konsep ini seakan menyiratkan kehangatan bagi Anda yang gemar bercengkrama bersama dengan teman atau pun keluarga. Ditambah dengan penyajian teh yang cukup cantik pun, yakni menggunakan poci set tanah liat semakin menambah suasana tradisional yang diusung pula oleh Solo Tea.

      Hal tersebut diungkapkan oleh Abadi Bobot, salah satu pemilik Solo Tea. Menurutnya, penyajian yang berbeda tersebut memang merupakan daya tarik yang sengaja ia buat. "Poci set tanah liat kan kesannya tradisional, itu pun sesuai dengan nama yang kita usung yakni Solo. Selain itu ternyata penggunaan gerabah juga meningkatkan cita rasa teh itu sendiri. Otomatis jadi daya tarik pembeli," ujarnya saat ditemui pada Senin (29/12/2014).

     Sementara itu, mengenai awal mula dirintisnya usaha ini dimulai dari keiginan pemilik Solo Tea untuk menghadirkan bisnis khusus teh di kota yang sangat mereka cintai. "Yang pling utama ya di Solo belum ada yg mnyediakan teh sendiri scra khusus, baik secara variant atau pnyajiannya sendiri. Jadi kl dihitung peluangnya menurut kita, ad kesemptan yang lebih besar di teh itu," jelasnya.

      Meski tampak sederhana, Solo Tea nyatanya tak pernah sepi pengunjung. Hal ini terbukti dari omset Solo Tea yang mencapai angka Rp 18-20 juta/bulan. Pengunjung segala usia pun tampak hilir mudik singgah hanya untuk menikmati sajian Solo Tea. (Cynthia)

0 komentar:

Posting Komentar