Senin, 29 Desember 2014

Pesawat AirAsia QZ8501 Tujuan Singapura Hilang Kontak

       Solo, KentinganNews - Mendung duka sepertinya belum mau beranjak dari langit Indonesia. Bencana seperti tak henti melanda negeri ini. Setelah peristiwa tanah longsor di Banjarnegara Jumat (12/12) dan peristiwa terbakarnya Pasar Klewer di Solo Sabtu (27/12), kini pesawat milik maskapai penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura dikabarkan hilang kontak pada Minggu (28/12).


Pesawat AirAsia berjenis Airbus 320-200 seperti inilah yang hilang kontak, Minggu pagi (28/12). Sumber: airteamimages.com

       Pesawat jenis airbus A320-200 berpenumpang 138 orang dewasa, 24 anak dan 1 bayi tersebut berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 05.20 WIB dengan tujuan Bandara Changi Singapura. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 ini hilang kontak dengan air-traffic control (ATC) Bandara Sukarno-Hatta di atas perairan Laut Jawa 42 menit setelah lepas landas. 

     “Berdasarkan titik koordinat yang diberikan kepada pihak kami dan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh tim kami, maka kami menduga pesawat tersebut jatuh di wilayah perairan, dan badan pesawat tenggelam ke dasar laut, jelas Kepala Badan SAR Nasional Bambang Soelistyo seperti dikutip media online Time.

     Pesawat nahas ini dperkirakan hilang di wilayah perairan antara pulau Kalimantan dan Bangka Belitung. “Informasinya begitu, masih kita cari kebenarannya. Saya masih menunggu Pak Menteri Perhubungan,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Juanda, Trikora Hardjo dikutip dari detik.com.

     Sementara itu, CEO AirAsia Tony Fernandes dikutip dari media BBC.com menuturkan: “Kami tidak ingin berspekulasi macam-macam saat ini, meskipun sudah jelas bahwa pesawat telah hilang lebih dari 12 jam dan banyak sekali tekanan mental di sini. Ini (peristiwa hilangnya pesawat) adalah peristiwa yang mengejutkan pihak maskapai kami dan kami menyesal atas kejadian ini. Ini tidak dapat dipercaya.”

    Fernandes menambahkan bahwa Kapten Iriyanto selaku pilot pesawat yang hilang tersebut telah memiliki lebih dari 20.500 jam terbang dan 7.000 jam diantaranya merupakan jam terbangnya bersama maskapai AirAsia. Pesawat sempat menghubungi Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta untuk meminta izin bergeser ke kiri dan naik ke ketinggian 38.000 kaki dari 32.000 kaki. Permintaan untuk ke kiri disetujui, namun untuk menaikkan ketinggian ditolak ATC Bandara Soekarno-Hatta karena disaat yang bersamaan ada pesawat Garuda Indonesia yang melintas di ketinggian 38.000 kaki. Pesawat kemudian diberitakan hilang kontak dan tak bisa dimonitor lagi.



Peta wilayah menunjukan rute penerbangan AirAsia QZ8501 dan titik hilangnya monitor kontak terhadap pesawat tersebut. Sumber: BBC

      Berbagai upaya pencarian masih terus dilakukan oleh pihak Kementrian Perhubungan dengan bekerjasama dengan Badan SAR Nasional untuk menemukan pesawat bertipe Airbus A320-200 PK-AXC yang membawa 155 penumpang, 2 pilot, dan 5 kru kabin tersebut. Dari total 162 orang yang berada dalam pesawat, mayoritas merupakan warga negara Indonesia, yakni sebanyak 156 orang. Sementara itu, 3 orang dari Korea Selatan, 1 Prancis, 1 Singapura, dan 1 Malaysia. (Rosyid Ibnu)

0 komentar:

Posting Komentar