Senin, 29 Desember 2014

Pasar Rakyat Sekatenan, Pelepas Penat Sarat Makna Budaya

   Solo, KetinganNews - Maleman Sekaten Solo kembali diadakan di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 2014. Acara tahunan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini dirayakan secara meriah. Salah satu acara dari urutan acara pada Sekatenan adalah Pasar Rakyat yang diadakan dari tanggal 11 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015.

    Pasar rakyat adalah sarana hiburan untuk seluruh warga Solo dan sekitarnya, dari berbagai lapisan masyarakat. Dalam pasar rakyat tersebut ada berbagai wahana permainan, seperti ombak banyu, perahu layar, komedi putar, mancing ikan, mandi bola, odong-odong, bianglala, dan berbagai permainan lainnya yang dapat dimainkan anak kecil hingga orang dewasa.

Keramaian pasar rakyat Sekatenan (Dok. pribadi)
    Selain itu juga ada ratusan stand dagangan mulai dari pedagang makanan, baju, boneka, mainan anak, sepatu, hingga pakaian dalam yang menjajakan jualannya di arena pasar rakyat Sekatenan ini. Pedagangnya pun tidak hanya berasal dari Solo saja. Contohnya, Bajol Tinajol, pria berusia 60 tahun warga Cirebon yang sudah 20 tahun berjualan mainan kapal otok-otok di setiap acara sekatenan. "Setiap tahun saya selalu mengikuti sekaten di sini. Tahun ini ada 30 orang asal Cirebon yang berjualan kapan otok-otok (kapal mainan) di sekatenan," ujar Bajol yang dikutip dari Solopos.com (27/12/2014).

   Disamping diadakannya pasar rakyat, pihak keraton pun membuka pameran benda-benda bersejarah milik keraton seperti keris, gamelan, pusaka baju temanten, dan lain sebagainya di ruang Pagelaran Kraton. Biaya masuknya hanya Rp3000,00.

    Kemeriahan pasar rakyat dalam rangka Sekatenan ini pun menjadi hiburan tersendiri bagi Yuda dan kawan-kawannya, mahasiswa tingkat akhir D3 Broadcast UNS. Selain untuk mengenal budaya Solo, pasar rakyat ini juga bisa menjadi tempat refreshing yang murah meriah di sela kesibukan tugas akhir. "Cuma bayar parkir Rp3.000,00 udah bisa muter-muter, permainanya juga asik. Ke sekatenan buat refreshing dari tugas-tugas, sama nambah pengetahuan budaya," tukasnya sembari membayar loket bianglala seharga Rp7.000,00. (Ade Retza)

0 komentar:

Posting Komentar